Wednesday, May 16, 2012

Muslimah Menakjubkan, Mau??

Wanita di masa jahiliah tidak memiliki nilai sedikitpun dalam kehidupan manusia. Status sosial wanita menurut bangsa Arab sebelum Islam sangatlah rendah. Hingga sampai pada tingkat kemunduran dan keterpurukan, kelemahan dan kehinaan, yang terkadang keadaannya sangat jauh dari martabat kemanusiaan. Wanita tidak memiliki hak memprotes atau ikut bermusyawarah dalam urusan suaminya. Segala urusannya diserahkan kepada walinya. Dan adat bangsa jahiliah yang paling buruk adalah mengubur hidup-hidup bayi perempuan.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Masih lemahkah seorang wanita? Tentu saja tidak. Wanita-wanita menakjubkan telah bermunculan. Bahkan sejak zaman Rasullulah saw. Mereka mencetak bermacam-macam prestasi baik dalam bidang sosial budaya, agama, bahkan politik. Siapa sajakah mereka? J

Yang pertama adalah Siti Aisyah. Siapa sih yang tidak tau Siti Aisyah. Beliau adalah salah satu istri Rasulullah saw. Bahkan sejak kecil, Aisyah tidak lupa tetap menjaga etika dan adab sopan santun ajaran Rasulullah di setiap kesempatan.

Apa saja sih keistimewaan wanita ini? Yuk kita baca satu persatu.  Yang pertama :Beliau adalah satu-satunya istri Rasulullah SAW yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah SAW yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda. Kedua: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW dari kalangan wanita Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384)). Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya. Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11)). Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11)). Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.” Keempat: Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya. Kelima: Tatkala istri-istri Nabi SAW diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi SAW dengan kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi SAW bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi SAW yang lain mengikuti pilihannya. Keenam: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum. Ketujuh: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh. Kedelapan: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi SAW yang lain. Kesembilan: Dengan sebab beliau Allah SWT mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhshanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at. Kesepuluh: Tatkala Rasulullah SAW  sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah. Wau, sungguh mulianya beliau J.

Nah, itu dari zaman Rasulullah. Apakah dari jaman ini tidak ada? Tentu saja ada. Lihat saja wanita asal Yaman yang bernama lengkap Tawakul Abdus Salam Karman. Bagi kita, seorang ibu muda berusia 32 tahun tidak mungkin mampu melengserkan sebuah rezim yang berusia 30 tahun, tapi Tawakul Karman berhasil membuktikannya, ia dikenal sebagai “Ibu Revolusi” Yaman dan memimpin berbagai unjuk rasa hingga menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh yang diktator. Muslimah dengan tiga anak ini  memperoleh perhatian besar di Yaman setelah keterlibatannya sebagai jurnalis Yaman (Kelompok “Jurnalis Wanita Tanpa Kekangan” yang kritis menyoroti berbagai isu sosial politik, terutama perempuan dan hak asasi manusia) pada tahun 2005 dan pendukung layanan berita telepon genggam pada tahun 2007, yang setelah itu ia memimpin protes demi kebebasan pers. Ia mengadakan unjuk rasa setiap pekan pada hari selasa sejak Mei 2007.

Tawakul Karman mungkin berbeda dengan aktivis lain. Oktober lalu ia terlibat perselisihan dengan anggota partai ultra-konservatif, setelah menerbitkan tulisan yang mendorong partai agar melarang Undang-undang yang membolehkan menikahi menikahi anak perempuan di bawah usia 17 tahun. Meskipun perempuan telah terpilih ke parlemen, negara itu masih tidak memiliki syarat usia pernikahan minimal bagi perempuan. Dalam beberapa kasus, gadis-gadis semuda 7 atau 8 diperbolehkan menikah.

Organisasi yang dipimpinnya juga menantang adat tradisional dengan mencoba menghentikan pernikahan anak-anak, membuka kelas keaksaraan untuk anak perempuan, serta mendorong perempuan untuk menuntut hak mereka di rumah. Kaum hawa juga masih banyak yang menderita gizi buruk karena keluarga cenderung mengistimewakan anak laki-laki. Ia mengangkat derajat perempuan di negara seperti Yaman yang masih diperintah secara kesukuan dan chauvinisme para lelaki.

“Orang-orang ekstrimis membenci saya. Mereka berbicara tentang saya di masjid-masjid dan mengeluarkan selebaran yang mengutuk saya tidak islami. Mereka mengatakan saya sedang mencoba untuk mendorong perempuan menjauh dari rumah mereka,” katanya kepada Guardian Maret lalu. Mungkin karena itu pula ia dijuluki sebagai “Wanita Besi”.

Aktivitas dan sepakterjangnya dalam dunia sosial politik membuat banyak orang tidak menyukainya. Bahkan banyak yang ingin membunuhnya. Berkali-kali ia diancam bunuh. Pada tahun 2010, ia lolos dari maut ketika seorang pembunuh wanita berusaha menikamnya dengan belati tradisional yang dikenal sebagai jambiya. Tawakul Karman mengatakan banyak pendukung nya membantunya bertahan dari serangan tersebut. Pada 26 januari 2011, saudaranya, Tariq Karman, ditelepon oleh seseorang yang diperkirakan adalah Presiden Ali Abdullah Saleh yang menyatakan ancaman akan membunuh Tawakul Karman jika ia tidak menghentikan unjukrasa yang digalangnya. Bahkan awal tahun 2011, bulan Januari, dunia menyorotnya karena ia ditangkap oleh pemerintah Yaman dari dalam mobilnya. Ia pun dijebloskan ke dalam penjara. Padahal bukan hanya kali ini saja ia dipenjara oleh rezim Ali Abdullah Saleh, ia berkali-kali dipenjara. Hal itu memicu ribuan demonstran turun ke jalan menuntut pembebasannya. Hal inilah yang mendorong revolusi Yaman, Tawakul karman menyebutnya “Revolusi Melati”.

Alumnus Universitas Sains dan teknologi serta Universitas Sana’a ini terus berjuang mengkampanyekan perdamaian, kesetaraan hak, dan politik yang berkeadilan. Dalam kampanyenya terkait dengan demokrasi, ia menyatakan bahwa agama bukanlah ancaman bagi demokrasi.

“Semua agama, mereka menghormati demokrasi. Mereka menghormati hak asasi manusia, mereka menghormati seluruh nilai yang kita semua bawa,” kata Karman. Menurutnya, masalahnya bukan terletak pada agama itu sendiri, melainkan pada interpretasi tidak toleran dari sebagian pengikut agama.

Atas kampanye dan perjuangannya tanpa kekerasan, Komite Nobel menganugerahkannya penghargaan Nobel Perdamaian (tahun 2011) bersama dua wanita lainnya, Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf dan Leymah Gbowee. Atas penghargaan tersebut, Tawakul Karman menjadi wanita Arab pertama yang memperoleh penghargaan Nobel, sekaligus termuda dengan umur 32 tahun. Penghargaan ini merupakan simbol kerhormatan perempuan Dunia Arab dan Dunia Islam. Selain memperoleh Nobel Perdamaian pada bulan Oktober 2011 ini, penghargaan teraktual yang diterimanya adalah sebagai urutan pertama pada Foreign Policy Top 100 Global Thinkers of 2011. Sebelumnya Karman pun menerima Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional pada Maret 2010.

Bagi kaum Muslimah, Tawakul Karman memberikan nasihat, “Perempuan harus berhenti menjadi atau merasa bahwa mereka adalah bagian dari masalah, tapi harus menjadi bagian dari solusi. Kami telah terpinggirkan untuk waktu yang lama dan sekarang adalah waktunya bagi perempuan untuk berdiri dan menjadi aktif tanpa perlu meminta izin. Ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan potensi kita kepada masyarakat Yaman.”

Saat jaman Rasulullah udah ada. Jaman sekarang udah ada. Rasanya masih kurang afdol nih kalau enggak dari negeri tercinta ini. Ada enggak sih? Tentu saja ada. Siapa lagi kalau bukan Almarhum Yoyoh Yusroh. Beliau adalah seorang mujahidah dakwah, ustadzah, muballighoh, dan seorang bunda yang penuh kesabaran. Masyrakat banyak mengenalnya sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat gigih memperjuangkan RUU pornografi. Usulan cerdas beliau tentang kemungkinan tentara TNI wanita berjilbab juga menarik banyak pihak untuk mencermati langkah beliau. Keterlibatannya di kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap kader dakwah khususnya akhwat muslimah.

Nah, sekarang apa saja sih contoh-contoh teladan yang berharga yang patut kita contoh. Pertama: Teladan fisik yang kuat dan Komitmen dalam Menjaga Kesehatan. Aktivitas dakwah membutuhkan energi yang luar biasa. Beliau menekankan kita untuk mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, serta meninggalkan segala jenis makanan instan berpengawet. Lebih tegas, beliau menjelaskan: “Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib.” Kedua: Kesabaran Luar Biasa. Ketiga: Aktif bergerak. Beliau aktif tidak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri (ikut dalam perjuangan internasional membela palestina). Sejumlah tanda jasa pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2001 dan 2003 serta Mubaligh National dari Departemen Agama RI tahun 2001. Keempat: Ruhiyah Tinggi. Beliau senantiasa menyelesakan tilawah tiga juz setiap hari. Ketika ditanya bagaimana mungkin menyempatkan diri untuk tilawah sebanyak itu setiap hari, beliau menjawa dengan yakin dan mantap: “Justru karena sibuk dan banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka harus memperbanyak Al-Qur’an. Kelima: Penyayang dan Peduli.

Nah, itu contoh-contoh muslimah yang menakjubkan. Jaman Rasulullulah ada. Jaman sekarang juga ada bahkan mendapatkan penghargaan bergengsi bernama Nobel. Siapa sih yang enggak mau. Eits, tapi inget, diniatkan karena Allah ya, jangan karena penghargaan. Yuk, muslimah berkarya. Inget sabda Rasullulah: "Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya." :D

SEMANGAT!!! ^_^

No comments:

Post a Comment

Post a Comment